Thursday, February 16, 2006

Kampanye Anti Motor Gede

Tau berita yang paling menarik beberapa hari ini? Yah bagi saya yang paling menarik adalah Kampanye Anti Motor Gede.

Bagi saya menarik karena kerap kali bertemu dengan kelompok / rombongan / gerombolan motor gede ini. Menarik karena motornya gede, dan juga menarik melihat tingkah laku gerombolan oknum ini di jalan raya. Ada banyak hal sih tapi kebanyakan adalah hal-hal yang tidak menyenangkan.

Sudah wajar di detik.com begitu banyak bahasan tentang Kampanye Anti Motor Gede. Kisah ini berawal dari seorang Ibu yang bentrok dengan gerombolan oknum moge.

Berikut saya cuplik cerita-ceritanya :

::alert:: emailnya panjang, formatnya rapat, tapi seru ceritanya..

Monday, February 06, 2006 4:49:00 PMSubject: Gerombolan Harley Davidson Menjijikkan ! (Part I)Message: Sebelumnya, mohon maaf sebesar2nya jika adakata2 yg kurang berkenan di bawah ini. Maaf juga kepanjangan.

Dear para netters yang budiman.
Cerita tentang kearoganan gerombolan Harley Davidson (HD) di jalanan mungkin sudah kelewat basi. Sudah berkali-kali menjadi keluhan para pengguna jalan selama ini. (ingat seorang Bapak yang ditabokin gerombolan itu hanya karena mobilnya menghalangi arus HD?). Saya sendiri baru saja mengalami kejengkelan luar biasa terhadap para cecunguk itu, Minggu sore (5/2) kemarin di Jalan Cinere Raya.
Sore itu, Jalan Cinere Raya yang rusak itu macet seperti biasanya, baik ke arah Sawangan/Parung, apalagi ke arah Jakarta. Sendirian, saya mengendarai mobil dari arah Jakarta ke arah Sawangan. Arus mobil hanya dapat merambat pelan, demikian juga dengan arus kendaraan ke arah Jakarta, yang malah lebih padat.
Ketika tiba di depan perumahan di dekat Polsek Cinere, terdengar bunyi sirine melengking dan deru suara motor yang sangat gaduh. Tak lama kemudian gerombolan cecunguk pengendara Harley Davidson, yang jumlahnya sekitar dua puluhan, tampak dari arah berlawanan (dari arah Sawangan ke arah Jkt).
Ketika itu saya sempat berpikir positif, Ah, kalau lagi macet begini mungkin mereka akan lebih sabar dan sopan, berderet rapi mengikuti arus yang memang sedang merambat pelan. Tapi rupanya tidak ! Saya memperlambat kendaraan karena khawatir tersenggol motor2 mahal mereka, yang mulai menyelip, memasuki ruang di sisi kanan mobil saya. Ketika mobil di depansaya sudah lebih maju, arus motor Harley dari arah berlawanan semakin banyak dan dengan arogannya mengambil kira2 sepertiga lajur di depan saya.
Para pengendara itu dengan tangannya menyuruh saya lebih minggir ke kiri, padahal sisi jalan sebelah kiri juga sudah mentok. Ketika itu mobil saya sudah hampir sampai bagian jalan yang bottle-neck. Sementara, di sisi kanan mobil saya sudah diisi dengan motor2 besar mereka. Jelas,saya enggak mau memaksakan diri lebih mepet ke kiri, wong saya bergerak di lajur yang semestinya !!
Karena saya enggak mau ngalah, para cecunguk itu pun gondok dan meraung2kan gasnya. Saya lalu balas mengedip2kan lampu jauh mobil saya kpd motor2 di depan saya itu. Mereka gak terima. Salah seorang begundal HD lalu menggebrak kap mobil saya. Mungkin, karena saya perempuan, dipikirnya saya takut. Saya buka jendela mobil sampai habis, dan saya teriak: Hey,jangan norak lu, gebrak2 ! E lu yang minggir !!
Begundal itu kayaknya tambah panas, dan ngegebrak lagi. Jelas saya enggak terima. Dengan kepala melongok ke luar jendela, saya pun mendampratnya lagi dengan desibel suara makin tinggi (baca:teriak). Terpaksa deh, jadi tontonan para pengendara mobil lain.
Tiba-tiba, mungkin karena marah didamprat perempuan (kecil pula), salah seorang pengendara lain yang bertubuh gempal banget melayangkan tangannya yang kekar ke arah saya yang masih melongokkan kepala ke luar jendela sambil mendamprat. Saya pikir dia belagak ngancam mau nempeleng, rupanya spion mobil saya digamparnya dengan kuat sampai terlipat ke arah dalam.
Saya benar2 panas, akhirnya saya maki dia dengan sumpah serapah kasar (yang pertama kali keluar dari mulut saya di tahun 2006 ini), tentu dengan teriakan. Saya sebenarnya jarang memaki sekasar itu, paling banter semacam brengsek atau setan. Tapi magrib yang hampir azan itu, mulut saya seperti kesurupan dan menyemburkan segala makian2 ekstrim.
Ego pun makin nekat. Suara makian saya makin kencang dan dengan segenap kekuatan mengumpulkan ludah di mulut dan menyemburkannya ke cecunguk2 HD itu. Bete banget, ludah saya gagal mengenai helm begundal itu dan cuma kena dikit di body motornya. Ketika itu nyaris saja saya mematikan mesin dan turun dari mobil.
Pokoknya jengkel luar biasa. Tapi tiba2 sebagian otak saya teringat pada Arundhati, malaikat kecil saya..yang masih 20 bulan..Saya teringat juga cerita seorang bapak yang bonyok2 digamparin gerombolan HD hanya karena laju motornya terhalang mobil si bapak.
Ego sempet bicara, ah, gue kan perempuan, mana mungkin mereka berani. Tapi bayangan wajah si kecil di benak saya sukses mengurungkan niat saya itu. Kesal dengan perdebatan bathin saya sendiri dan ulah mereka, akhirnya saya cuma bisa meraung2kan pedal gas mobil, memaki2, dan menyemburkan ludah kembali ke arah gerombolan ituS empat kesal,kenapa hari itu lupa membawa batang penyetrum, yang mungkin bisa bikin saya lebih pede kalo turun mobil. Kebencian di dada rasanya betul2 membuncah.
Saat melambatkan kendaraan untuk memasuki kompleks, satpam kompleks yang kebetulan nonton peristiwa itu, cuma bilang: Yah, sabar ajalah Mbak, maklum orang punya duit, ngerasa yang punya negara. Kita mau apa? ujarnya dengan wajah setenang telaga.
Duh Gusti, apa memang seperti itu yang dipikiran orang seperti pak satpam ? Apa karena mereka berkelebihan materi, lalu bisa gagah-gagahan memamerkan hobi mahalnya, lantas BERHAK untuk mentang2 dijalanan? Terlebih jalanan sepertiJakarta dan sekitarnya yang sudah terbebani dengan kemacetankronis??! Emangnya, jalan embah Lu, apa ? Masih sulit akal saya untukmenolerir aksi gagah2an mereka yang mentang2 itu. Pikiran kotor sayahanya sempat mengira, mereka hanyalah kumpulan begundal2 impoten yang mencarikompensasi dengan mengangkangi moge (motor gede). Sehingga, tercapailahilusi kegagahan diri !! Benar2 memuakkan dan menjijikkan. Seluruh pekerja seks komersial di negeri ini, di mata saya,sangat jauh lebih bermartabat ketimbang begundal2 itu ! Dan,se-ngesel2in-nya abang becak dan supir angkot, saya lebih menaruh hormatpada mereka, yang meski sering seenaknya, semua itu dilakukan dalamrangka nyambung hidup di zaman susah ini. Sementara, begundal2 yg sokelit itu ?! Huh, itu Harley bisa jadi juga dari hasil duit haram/najis ! Apa gak nyadar nuraninya, negaranya udah bangkrut begini,bencana di mana2, busung lapar bececeran, utang LN bejibun ! Eh, masihaja sempet2nya belagak dan mentang2 di jalanan. Menurut saya, NURANIbegundal2 Harley Davidson itu betul2 sudah terlumuri kotoran anjing buduk. Tingkahmentang2 mereka itu benar2 laknat, hina, nista ! Maaf jika kalimatnya terlalu kasar. Saya bukan orang yangberhati mulia, yang begitu penuh kesabaran meliha t kearoganan. Sayabenar2 enggak tahan melihat orang mentang2, apalagi hanya karena punyakekuatan materi, kekuasaan, atau berseragam. Menurut saya, orang2 macam ini seharusnyasocially rejected !! Seharusnya, kita yang dimentang2in harus berontak. Jika tidak,mereka bukannya rejected, malah akan merajalela. Jika publik kompakserentak melawan segala aksi mentang2 seperti itu, perilaku arogansemacam itu paling tidak bisa terminimalisasi. Kebiasaan menolerir tingkah seperti itu, lama2bisa menjadi pemakluman, lalu jadi membenarkan !! Dari pada ngeroyokcopet mendingan ngeroyok dan ngabisin mereka. Rekan2 perempuan,sebaiknya justru memanfaatkan keperempuanan-nya dengan melawan jika mengalami hal serupa.Karena jika begundal2 itu nekat membalas secara fisik kepada kita yangperempuan, mereka justru bisa dikeroyok massa. Kalau ada gerombolan laki2 berantem fisik sama perempuan, bolehjadi secara hukum posisi mereka lemah. Jadi, jan gan ragu, LAWAN ! Aparat rasanya kurang bisa diharapkan, karena dengan segepokduit, para aparat malah jadi pengawal begundal2 itu, seperti kebodicocok hidungnya. Jadi, jangan heran kalau negeri ini suatu saat akanmarak oleh vigilante, yg udh benar2 gak tahan (atau malah udah?). Karenaapa yg disebut para pengayom rakyat itu sebagian besar cuma jadi anjing penjaga kepentingan para begundal, yg gakcuma gerombolan HD. Jika para netters tercinta ingin membantu gerakan anti-kearoganan seperti ulahgerombolan HD tsb, sebarkan surat elektronik ini ke seluruh rekan, milis2, atau bulletin board di account friendster anda. Dan, jangan lupa, jangan pernah tolerir ulah arogan begundal HD itu.
Semoga, pesan ini sampai pada begundal2 itu(Hey Tong, kalo Elu bagian dari begundal itu, dan marah denganisi pesan ini, email saya, temui saya!)
Love,
:: sarie febriane
vebrian@yahoo.com


Lalu balasan dari salah satu personal dari HD tersebut:
Dear Saudara Saudari yang Terhormat,
Malam Jumat 9 February pukul 11:45 saya duduk didepan PC saya untuk menulis email ini karena betulbetul khawatir akan perkembangan berita tentangpengendara H-D yang berhadapandengan Ibu Sarie yang terhormat di sekitar daerahCinere pada minggu 5 February 2006(Tulisan terlampirdibawah).Dari tulisan yang dimuat, hampir seantero netters diRepublik kita ini, umunyasudah membaca tulisan ini. Bahkkan saudara saya diMakassar bahkan mengirimkansaya sms,menanyakan apakah saya telah membaca emailyang mengecam para “CecungukHarley”, dan menawarkan saya untuk dikirimkanemailk tsb olehnya. Wah akhirnya sayabisa mengakui juga bahwa penyebaran berita lewat emailmemang ampuh adanya. Hanya saja yang saya khawatirkan apabila berita initidak di counter/di luruskanmaka akan dapat menimbulkan efek bola salju yangdahsyat,karena sebetulnyapenulisan email ibu yang terhormat, menurut sayasangat berlebihan. Sore itu saya adalah salah satu pengendara H-D yangberhadapan dengan ibu yangterhormat, tepatnya saya ada 1 motor setelah Bapakyang hampir tekena ludah luapankemarahan ibu Sarie Keadaan aman dan terkendali. Sesampainya di daerahCinere kami berhadapan denganjalan yang menyempit. Arah menuju Cinere dan ke arahSawangan memang padat danagak tersendat. Perlu dipahami bahwa sebelum bertemudengan mobil si Ibu Sarie,rommbongan kami kira kira juga telah antri dalamkemacetan kira kira 15menitlamanya. Hal ini membuat mesin motor H-D menjadipanas, dan tentunya dikhawatirkanmesin dapat terjadi Over heating. Belum lagi setiapengine H-D dilengkapi denganengine cut off yang dalam kondisi panas tertentu akanmati guna menghindariOver-Heating, jadi solusi yangterbaik adalah secepatmungkin motor dapat terhindar dari kemacetan danmelaju di jalan yang tidakterhambat,agar angin dapat segera mendinginkan mesin.Lagi pula manfaat lainmengendarai motor adalah ketika macet motor lebihdiuntungkan karena dapatmenyelip diantara kendaraan mobil yang tersendat. Dalam kondisi macet tersebut Road Captain mengambilinisiatif untuk mengambiljalan di tengah antara kedua jalur, jalur jalan ibuSarie memang mau tidak mauterpakai oleh rombongan kami karena lajur kiri jalan(jalur kami menuju arahJl.Fatmawati) untuk ukuran H-D tidak memungkinkanuntuk dilewati karena antrianmobil terlalu padat. Road Captain dan para asistennya menurut saya (padawaktu itu posisi saya kira2urutan motor ke 5 setelah Road Captain/Pimpinanrombongan) bekerja dengan sopanmeminta jalan kepada para pengendara mobil agardiberikan jalan untuk lewatterlebih dahulu. Tidak terlihat sedikit puntindak-tanduk kasar kepada pengendaramobil maupun yang lain, apalagi dengan menggebrak kapmobil orang lain.
Memohon kerelaan hati ibu Sarie untuk sedikitmenepikan mobilnya pada waktu itu,malahan kebalikan yang kami hadapi—Sebenarnya kalausaja Ibu tersebut bisa berkataJujur masih tersisa space hampir 1 meter mobilberbatas dengan Trotoar, dan tidakseperti yang ditulis “Para pengendara itu dengantangannya menyuruh saya lebihminggir ke kiri, padahal sisijalan sebelah kiri jugasudah mentok”
Mobil si Ibu yang terhormat malahan diarahkan ke arahpengendara H-D, walaupunmemang saya akui hal itu tidak ekstrim dilakukan. Padawaktu itulah hal tersebutyang mungkin memancing emosi rekan rekan bikers H-D.Luapan emosi itulah yangmungkin di terima oleh ibu yang terhormat darirekan-rekan bikers dengan sengajamenderu knalpot motor dan memang saya akui ada rekankami yang membengkokkan spionIbu ini namun tidak seperti yang ditulis di email yangsebelumnya bahwa “salahseorang pengendaralain yang bertubuh gempal bangetmelayangkantangannya yang kekarke arah saya yang masihmelongokkan kepala ke luarjendela sambil mendamprat. Sayapikir dia belagak ngancam maunempeleng, rupanya spionmobil sayadigamparnya dengankuat sampai terlipat ke arah
Dalam”. . “Belagak ngancam mau nempeleng” danditambah lagi Spion digamparnyadengan kuat” menurut saya sebagai orang yang beradadalam rombongan itu tidak benaradanya, yang ada adalah rekan kami tersebutmenghampiri mobil ibu ini dan langsungmenutup spion dan menurut saya hal ini dilakukansebenarnya ia inginmengatakan kepada ibu Sarie ini dengan bahasa tidaklangsung -dan ini hanyainterpretasi saya saja ” Hey Lady don’t do that cozyou put us in danger”(Baca: Ketikamobil diarahkan ke pengendara H-D)Bagaimana tidak? Bayangkan bagaimana terkejutnyaanda jika anda mengendarai motordan mobil di depan anda ( karena beroda 4 tentunyatidak ada kemungkinan akanjatuh atau rebah, hanya roda dua yang seperti itu)mengarahkan moncong mobilnyakearah anda. Perlu disadari bahwa motor H-D dengantype touring minimun beratnyakurang lebih sekitar 370Kg, dengan bobot seperti initentunya pengeraman juga jadialasan utama mengapa Road Captain berusahamembuka/meminta jalan dari pengendarayang lain guna menjaga jangan sampai ada yang celakapada Groupselama berkendara, terutamajangan sampai mencederai orang atau kendaraan yanglain. Hal lain yang menurut saya janggal dan sayangnya halini tidak tertuang dalamemail ibu Sarie Vebriane adalah,pada waktu itu posisimobil Ibu yang terhormat iniadalah mobil yang terdepan, dan terletak pada ujungbottle neck yang dimaksud.Jadi sebenarnya pada waktu itu posisi Ibu Sarie sudahterselamatkan dari kemacetandan tidak perlu lagi ada yang dikhawatirkan ( maksudsaya kenapa tidaklangsung jalan dan menghindari kemacetan saja. Namunsaya bersyukurbahwa ludah yang dimuntahkanitu tidak mengenai siapa siapa, bahkan motorsekalipun. Hal lain yang membuat saya tergelitik ketika membacatulisan
“Pikiran kotor saya hanya sempat mengira,merekahanyalah kumpulan begundal2 impotenyang mencari kompensasi dengan mengangkangi
moge (motor gede). Sehingga, tercapailahilusikegagahan diri !! Benar2 memuakkan danmenjijikkan.Seluruh pekerja seks komersial di negeriini, dimata saya, sangat jauhlebih bermartabat ketimbang begundal2 itu ! Dan,se-ngesel2in-nyaabang becak dansupir angkot, saya lebih menaruh hormat pada mereka,yang meski sering seenaknya,semua itu dilakukan dalam rangka nyambung hidup dizaman susah ini.Sementara,begundal2 yg sok elit itu ?! Huh, itu Harleybisa jadi juga dari hasilduit haram/najis !
“Apa gak nyadar nuraninya, negaranya udah bangkrutbegini, bencana di mana2, busunglapar bececeran, utang LN bejibun ! Eh, masih aja
sempet2nya belagak dan mentang2 di jalanan.Menurutsaya, NURANI begundal2 HarleyDavidson itu betul2 sudah terlumuri kotoran anjingbuduk. Tingkah mentang2 merekaitu benar2 laknat, hina,nista !” Kata kata diatas sepertinya ditulis oleh orang yangsangat tidak berpendidikansama sekali, dan mohon maaf kabar yang saya dapat daribeberapa milist, sayasangat terkejut bahwa ternyata Ibu Sarie Vebriani“Katanya” adalah salahseorang wartawan di Surat Kabar yang sangat terkemukadi Indonesia. Apakah benaradanya, terus terang saya sendiri penasaran. Jikamemang benar sangat disayangkanSurat kabar yang sangat terkemuka ini punya kualitasWartawan kelas-Mohon maafseribu maaf-”SANGAT BERLEBIHAN”. Terlebih lagi menurut saya semua sudah menyimpangjauh, dari highlights sayadiatas isyu yang diangkat adalah kesenjangan sosial.Tulisan ini sifatnya sangatprovokatif, dan hal ini sangat berbahaya. Banyak hal hal yang positif yang mungkin saya bisabagi kepada anda yang membacaemail ini. Masih segar dalam ingatan saya ketika 3hari setelah Iedul Fitri lalusaya berkesempatan diajak untuk touring bersama rekankantor ke Surabaya untukmengikuti “Pahlawan Tour” sesampainya disana kamimengikuti beberapa prosesi haripahlawan dengan Hikmat dengan acara Upacara dan malamrenungan di Tugu Pahlawan 10November Surabaya. Semuanya itu dilakukan karena parabikers punya semangatkebangsaan yang tinggi dan bangga menjadi bangsaIndonesia. Di kota pahlawan itu pulalah mereka mengadakan acarapenggalangan dana bagi merekayang menjadi mendiang maupun keluarga yangditinggalkan dan korban cacat perang dari parapahlawan 10November dengan jalan melelang barang milik pribadimereka pada saat itu juga.. Juga masih ada dalam ingatan saya bagaimana rekanrekan Bikers H-D berusahamengumpulkan dana, baju bekas dll bagi mereka Fakirmiskin ketika Lebaran hampirtiba. Dan masih banyak kegiatan positif lainnya yangsebenarnya tidak pernahdiungkap. Demikianlah ungkapan kekhawatiran saya,yang sayacoba tuangkan dalam sepotongemail,karena sesungguhnya saya, anda dan Ibu Sariesekalipun hanya manusiabiasa,begitu pula “Bikers H-D juga manusia”. Ketikahal yang mendasar sudahmenyimpang jauh dari apa yang seharusnya,nurani sayatergelitik untuk meluruskan.Ya….. anda para netters boleh berkata bahwa iniadalah upaya membela diri,namun menurut hemat saya ini hanyalah hukum alamsederhana yaitu hukumkeseimbangan, jika Ibu Sarie berpendapat email sayaini adalah jawabannya. Yangsaya khawatirkan jika tidak dicounter ini akan menjadiopini yang sangat sesatsangat absurd. Saya bukan seorang wartawan yang dapatmerangkai kata yang indahdan juga menyesatkan dan juga bisa saja untaian katabisa menjadi pisau yangsangat tajam yang dapat menusuk korban. Keseimbangan itulah yang mendorong saya untuk dudukdidepan PC saya untukmengutarakan semua ini ke anda. Jika anda sependapat dengan saya mohon forwardkembali email ini kepadarekan,teman,sahabat,ke milist milist,ke buletin boardfriendster anda,karenakejadiannya tidak seperti sepenuhnya yang diberitakan. Berkendara dengan Harley-Davidson adalah suatupengalaman yang sangat menyenagkan,didalamnya ada persaudaraan, kebersamaan dll. Selaludikepala pengendara H-Dberharap bahwa suatu hari nanti kita akan berkendarabersama. Kindly Regards, Zulfikar Alamsyah Bagi anda yang ingin mengirimkan email untukbantahan atau masukan apapun silahkanmengirimkan email ke
sapikayangan@yahoo.com

0 Comments:

Post a Comment

<< Home