Beberapa waktu lalu saya sempat obrol-obrol ringan dengan seorang pejabat TNI, jenderal berbintang 2. Waktu itu kami berbicara tentang korupsi & KPK. Ia menceritakan ketika ia sedang berhadapan dengan KPK yang datang ke instansinya. Pertanyaannya kepada anggota KPK sangatlah esensial : “Bapak datang ke saya untuk membicarakan tentang yang dulu, atau yang ke depan?”. “Kalau yang dulu atau yang belakang, maka Bapak tidak akan selesai-selesai, karena sangat banyak dan rumitnya. Tapi kalau Bapak bicara tentang yang ke depan, mari kita duduk bersama untuk membuat sistemnya supaya korupsi ini tidak terjadi”.
Tampaknya jawaban sang jenderal ini sangat pragmatis dan realistis. Apalagi mengingat kasus yang hangat sekarang tentang korupsi di BNI yang menyeret Polri, dan kasus Probosutedjo yang membawa-bawa nama Mahkamah Agung. Di akhir percakapan ada secarik kesimpulan dari sang jenderal ini : Di Indonesia ini siapa hendak menangkap maling ayam, harus siap-siap kehilangang kambing.
Tampaknya jawaban sang jenderal ini sangat pragmatis dan realistis. Apalagi mengingat kasus yang hangat sekarang tentang korupsi di BNI yang menyeret Polri, dan kasus Probosutedjo yang membawa-bawa nama Mahkamah Agung. Di akhir percakapan ada secarik kesimpulan dari sang jenderal ini : Di Indonesia ini siapa hendak menangkap maling ayam, harus siap-siap kehilangang kambing.


1 Comments:
statement terakhir dari sang jendral, ember banget!
alangkah baiknya andai saja semua aparat di negriku tercinta siap dengan kondisi ini..
Post a Comment
<< Home